Pendidikan

0 367

img-20171215-wa0001

Gondanglegi- Dalam rangka Olimpiade TIK yang ditempatkan di Hotel Itami Juanda Waru (13-14/12), secara resmi SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi ditunjuk oleh Cabang Dinas untuk mengikuti kategori Fotografi di kancah provinsi.

Walaupun sebenarnya SMK Mutu mewakili 2 kategori lomba, yaitu Desain grafis dan Fotografi. Nyatanya, sekolah bertaraf Internasional ini hanya bisa mengikuti 1 kategori lomba yaitu Fotografi dan desain grafis dialihkan ke sekolah SMKN 1 Kepanjen.

Dan dalam kategori Fotografi ini, setidaknya ada 29 peserta dari 29 sekolah yang berbeda-beda.Namun, banyaknya peserta, tak menyurutkan semangat untuk mengikuti Olimpiade tersebut. Realitanya, Lutfa Rizky Retma dapat meraih juara 2 lomba fotografi yang mewakili Cabang Dinas Malang di tingkat Provinsi.

Menang bukan berarti semuanya berjalan dengan lancar. Karena lomba ini sempat mengalami kendala yang berarti dikarenakan Cabang Dinas hanya memberi SPT untuk peserta saja, tidak untuk pendamping. Sehingga pendamping yang mendampingi Ananda Lutfa ini sempat terkantung-katung dan tidak diperkenankan masuk area lomba dan harus memfasilitasi sendiri.

Rasa syukur Alhamdulillah tentu kita ucapkan sebanyak-banyaknya. Dengan menjadi juara 2 lomba Fotografi ini, dapat dijadikan bahwa SMK Mutu dapat dijadikan tolak ukur bahwa mampu bersaing di kancah Provinsi.

Dan kami selaku warga Sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mengucapkan banyak terimakasih dan rasa syukur kepada bapak Ari Setyawan Wiratmoko yang telah membimbing dan memberi motivasi sehingga bisa mewakili Cabang Dinas Kabupaten Malang.

0 267

IMG-20170619-WA0019 IMG-20170619-WA0020 IMG-20170619-WA0021 IMG-20170619-WA0022 IMG-20170619-WA0015 IMG-20170619-WA0016 IMG-20170619-WA0017 IMG-20170619-WA0018Gondanglegi- Sabtu 16 Juni 2107 Laskar Anak Kecamatan mengadakan Lomba Mewarnai Tingkat TK yang bertempat di Pendopo Kecamatan yang dihadiri oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sriningtyas. S.Sos, kegiatan ini untuk mengisi liburan anak- anak sekolah. ( 19/6 )

0 248

Gon5 kip2 kip7 KIP-Malang

GONDANGLEGI – Kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo di kampus SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi siang ini (3/6) membawa angis segar bagu warga sekolah. Didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Efendy Jokowi membagikan 1.539 KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk siswa SD, SMP dan SMA/SMK.

Seperti biasa, selain meyerahkan KIP untuk siswa di Kabupaten Malang, kedatangan Jokowi di SMK Mutu Gondanglegi juga diselingi dengan kuis oleh sang presiden. Ada 5 sepeda gunung yang dibagikan Jokowi untuk para peserta penerima KIP. Mulai dari permintaan presiden kepada siswa SD untuk menghafal pancasila, menyebutkan nama pulau di Indonesia sampai meminta seorang siswa untuk memperagakan gerakan silat yang menjadi warisan budaya bangsa.

Kepada SMK Mutu Gondanglegi secara khusus orang nomor satu di Indonesia tersebut memberi apresiasi tinggi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai pihak pengelola sekolah yang memiliki siswa terbanyak di Kabupaten Malang sangat serius dalam mengembangkan lembaganya. Itu terlihat dari kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran.

Apalagi setelah melihat kemegahan gedung The Titanium Building (TTB), pria yang juga mantan Wali Kota Solo ini kagum. Karena TTB merupakan satu-satunya gedung SMK termegah di Indonesia. Belum lagi beragam produk karya siswa yang dipamerkan di sebelah timur gedung TTB. Salah satunya terobosan energy terbarukan.

Sementara Mendikbud RI Prof Muhadjir Efendy bahkan menyatakan jika saat ini SMK Mutu sudah menjadi SMK Rujukan program revitalisasi sekolah. SMK Mutu dianggapnya mampu merubah diri menjadi sebuah lembaga berkelas, dan prestasinya sudah menembus level internasional

0 235

Gondanglegi, 8 Juni 2017

Rabu, 6 Mei 2017. Dra. Kamti Astuti menghadiri undangan Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di halaman Kantor UPTD TK SD dan PLS, dalam peringatan hari anak nasional tersebut dihadiri oleh siswa-siswi TK/PAUD seluruh Kecamatan Gondanglegi yang dirangkai dengan senam bersama dilanjutkan dengan gerak jalan start Di Kantor UPTD TK SD dan PLS finish dihalaman Kantor Kecamatan Gondanglegi. (06/05)

PhotoGrid_1493781829879

0 217

2Gondanglegi, 06 Mei 2017 Dinas Pendidikan kecamatan Gondanglegi bekerjasama dengan Bank Jatim mengadakan Festival Dolanan dan Lomba Mewarnai bertempat di Aula Pondok Modern Al- Rifa’i 2 yang dihadiri oleh Muspika, Kepala Bank Jatim Gondanglegi dalam kegiatan ini diikuti 1500 Peserta terdiri dari PAUD, TK se Kecamatan Gondanglegi, Kecamatan Pagelaran, dan Kecamatan Bululawang ( 8/6 )

0 219

Gondanglegi, 8 Juni 2017

Dra. Kamti Astuti menghadiri undangan Pisah Kenang Murid SMP Nahdlatul Ulama’ Kecamatan Gondanglegi

dalam acara pisah kenang Murid yayasan Pendidikan Islam H. Abdul Aziz bertema “karakter kuat prestasi hebat dengan berbuat yang terbaik untuk anak adalah Ibadah, dan selalu hadirkan selalu ALLAH dihatimu” Dra. Kamti Astuti menyampaikan dalam sambutannya agar murid SMP NU Gondanglegi terus melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi karena menuntut ilmu adalah wajib bagi seluruh murid. (20/05)

7

0 180

Gondanglegi, 8 Juni 2017

Camat Gondanglegi (Dra. KAMTI ASTUTI) melakukan peninjauan ujian nasional ke SDN satu atap UPTD TK SD dan PLS (16/05)

Ujian Nasioanal SD/MI di Kecamatan Gondanglegi berjalan dengan lancar dengan suasana yang kondusif, Dra. Kamti Astuti berharap agar seluruh siswa SD/MI se-Kecamatan Gondanglegi bisa lulus 100% mengingat Kecamatan Gondanglegi berturut-turut memperoleh Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan di Bidang Pendidikan selama 5 (lima) Tahun (2012-2016)

4

 

0 283

Gondanglegi, 08 Juni 2017   Tidak salah memilih SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, sebagai pilihan utama tamatan SMP. Sebab tamatan SMK Mutu Gondanglegi diminati dunia kerja.Sebanyak 86 persen dari 604 lulusan sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan, sebelum melaksanakan prosesi wisuda, Selasa (2/5) hari ini. Sebagian dari mereka, ada yang izin tidak bekerja hanya untuk mengikuti prosesi wisuda. Salah satu sekolah terbesar di Malang Raya ini memang selalu menjadi rujukan perusahaan-perusahaan saat melakukan rekrutmen tenaga kerja setiap tahunnya. Terbukti awal tahun 2017 ini, lebih dari 30 perusahaan bekerjasama dengan sekolah tersebut. Kepala SMK MUTU Gondanglegi, H Pahri SAg MM mengatakan, sekolahnya memang berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi lulusannya terserap dunia kerja. “Tentunya untuk memfasilitasi lulusan direkrut kerja, kami telah menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai perusahaan,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin. Dia mengatakan, beberapa perusahaan yang digandeng itu seperti PT Advantage SCM, Jakarta, PT Pama Persada, PT Citra Kendedes, PT Bumi Menara dan PT BPTPN Syariah. Seluruh perusahaan tersebut, selama ini menjaring tenaga kerja lulusan SMK MUTU Gondanglegi melalui mekanisme rekrutmen, seleksi dan berbagai jalur lainnya. “Kami berkomitmen untuk menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai perusahaan tersebut, dalam menjaring lulusan sekolahan ini untuk dilakukan perekrutan kerja,” terang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Sedangkan untuk mencetak lulusan berkualitas agar siap bekerja, pihaknya memiliki cara jitu. Yakni mengaktifkan Bursa Kerja Khusus (BKK). Fungsi BKK itu membuka akses kerja sama yang luas dengan Dunia Usaha (DU) maupun Dunia Industri (DI). Selain itu memberikan kesempatan serta peluang kerja bagi siswa dan alumni untuk ikut seleksi rekrutmen bekerja, yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing. “Dalam mendidik dan mengajar siswa, kami ingin tidak sebatas pada input penerimaan siswa, lebih dari itu proses dan output yang dihasilkan,” terangnya. Selanjutnya, pihaknya akan terus berupaya menambah perusahaan maupun industri yang nantinya akan diajak bekerjasama dalam menjaring lulusan untuk direkrut kerja. Seperti beberapa waktu lalu, sekolah terkemuka di Malang Raya ini, telah menjalin kerjasama dengan NJO Symphony, Kanagawa, Jepang. “Sudah banyak tawaran dari perusahaan di negara-negara Asean untuk merekrut siswa kami. Tapi kami harus meyakinkan agar mereka (perusahaan) tidak kecewa.

PhotoGrid_1493710966094

0 307

IMG_7715 IMG_7716 IMG_7719 IMG_7720 IMG_7721 IMG_7724 IMG_7726 IMG_7727 IMG_7728 IMG_7729 IMG_7730 IMG_7732 IMG_7743 IMG_7744 IMG_7749 IMG_7750 IMG_7761

Gondanglegi – Jum’at 25 November 2016 Selamat memperingati HUT PGRI ke 71 dan Hari Guru Nasional Tahun 2016. Tema Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016 adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Rencananya Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016, dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016, di SICC, Sentul, Jawa Barat. Puncak acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, dan 10.000 orang GTK.

Hari Guru Nasional bukanlah hari libur nasional, tetapi hari yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap guru. Di Indonesia peringatan Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Lalu, mengapa tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru nasional? Bukankah tanggal 25 November merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Hari Guru Nasional memang diperingati bersamaan dengan perayaan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ini bermula dengan perjuangan para guru Tanah Air melalui Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. Organisasi unitaristik ini beranggotakan para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Umumnya mereka bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Di masa yang sama, berkembang juga organisasi guru dengan beragam latar belakang seperti keagamaan, kebangsaan, dan lainnya.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dengan pihak Belanda. Secara bertahap, jabatan Kepala HIS (Hollandsch Inlandsche Schoo atau sekolah Belanda untuk bumiputera) mulai diambil alih orang Indonesia. Akhirnya, terbitlah cita-cita kesadaran bahwa perjuangan para guru Indonesia tak lagi tentang perbaikan nasib maupun kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi memuncak menjadi perjuangan nasional.

Pada masa Pemerintah Jepang banyak organisasi yang ditutup termasuk PGI. Barulah setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, PGI kembali menggeliat. Kongres Guru Indonesia digelar pada 24–25 November 1945 di Surakarta. Para peserta kongres sepakat menghapuskan semua organisasi dan kelompok guru berlatar belakang perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku. Inilah cikal bakal bersatunya guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Saat itu, Mereka akhirnya meresmikan kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945 dengan tiga tujuan utama, yakni:

1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khusus

Untuk memberikan penghargaan terhadap perjuangan guru setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.