Pendidikan

0 1469

IMG_3775 IMG_3710 IMG_3711 IMG_3714 IMG_3715 IMG_3718 IMG_3722 IMG_3723 IMG_3724 IMG_3728 IMG_3729 IMG_3731 IMG_3732 IMG_3733 IMG_3734 IMG_3735 IMG_3736 IMG_3738 IMG_3739 IMG_3741 IMG_3742 IMG_3744 IMG_3745 IMG_3746 IMG_3747 IMG_3749 IMG_3752 IMG_3754 IMG_3761 IMG_3762 IMG_3763 IMG_3769 IMG_3770 IMG_3773 IMG_3774

Gondanglegi, Sabtu  30 Mei 2015 Pondok Pesantren Sirotul Fuqoha Desa Sepanjang menggelar Wisuda para santriwan santriwati yang telah lulus dalam menuntut ilmu selama di Ponpes, acara wisuda ini dilaksnakan pukul 19.00 s/d 23.30 WIB bertempat di halaman Ponpes Sirotul Fuqoha.

Resepsi wisuda ini di ikuti secara khitmat oleh para santri santri yang akan diwisuda hari ini oleh pengurus Ponpes Sirotul Fuqoha KH. AHMAD DAHLAN GHONI ( Gusmat ) dan acara ini juga dihadiri oleh Bapak Bupati Malang H. Rendra Kresna, Muspika Kecamatan Gondanglegi, Kepala Desa se Kecamatan Gondanglegi, Sekdes se Kecamatan Gondanglegi dan Orang tua dari wali santri santriwati yang akan diwisuda.

0 640

IMG_2569 IMG_2571 IMG_2570 IMG_2523 IMG_2522 IMG_2521 IMG_2527 IMG_2524 IMG_2528 IMG_2529 IMG_2530 IMG_2531 IMG_2536 IMG_2534 IMG_2533 IMG_2540 IMG_2541 IMG_2543 IMG_2542 IMG_2554 IMG_2556 IMG_2557 IMG_2561 IMG_2560 IMG_2559 IMG_2558 IMG_2562 IMG_2563 IMG_2564 IMG_2565 IMG_2568 IMG_2567 IMG_2566

Gondanglegi Rabu 13 Mei 2015, telah dilaksanakan Pamit kenal Kepala UPTD TK, SD dan PLS Gondanglegi bertempat di Aula UPTD Diknas Kecamatan Gondaglegi acara dimulai pukul 08.00 s/d selesai yang dihadiri kurang lebih 100 orang, diantaranya Muspika, Guru Guru TK, SD dan PLS se Kecamatan Gondanglegi.

Kepala UPTD TK, SD & PLS yang lama yaitu Bapak Suparianto sekarang sudah menjadi kabit Pengawas di Dinas Pendidikan Kabuapten Malang, dan untuk Kepala UPTD yang baru yaitu Bapak Pieter dari Guru SD olahraga Kecamata Lawang Semoga Bapak Pieter bisa membawa pendidikan di Kawasan Gondanglegi lebih maju dan berkembang, dan untuk Bapak Suparianto semoga Sukses dan betah ditempat yang baru.

0 722

IMG_2307 IMG_2306 IMG_2305 IMG_2304 IMG_2308 IMG_2309 IMG_2310 IMG_2311 IMG_2312 IMG_2314 IMG_2315 IMG_2317 IMG_2318 IMG_2320 IMG_2321 IMG_2322

Rabu 6 Mei 2015, Camat Gondanglegi Dra. Kamti Astuti dan Muspika Kecamatan Gondanglegi Kompol. Budi  memantau jalannya UAS di SMPN 1 Gondanglegi. Syukur Alhamdillah UAS diwilayah Gondanglegi berjalan secara baik dan aman yang disanakan selama 3 hari mulai tanggal 4 Mei s/d 6 Mei 2015 Semoga Semua Siswa Siswi SMP yang ada di Wilayah Kecmatan Gondanglegi ini Lulus 100% Amien dan dapat melanjutkan Pendidikan yang lebih tinggi lagi.

0 420

IMG_2147 IMG_2148 IMG_2150 IMG_2151 IMG_2152 IMG_2153 IMG_2154 IMG_2158 IMG_2159 IMG_2160 IMG_2161 IMG_2162 IMG_2163 IMG_2165 IMG_2166 IMG_2167 IMG_2168 IMG_2171 IMG_2180 IMG_2173 IMG_2174 IMG_2175 IMG_2177 IMG_2182 IMG_2181 IMG_2191 IMG_2192 IMG_2198 IMG_2203 IMG_2204 IMG_2205 IMG_2206 IMG_2207

Gondanglegi, Selasa 07 Mei 2015 telah dilaksanakan Upacara Hari Peringtan Pendidikan Nasional Tahun 2015 di kantor UPTD TK, SD & PLS Kecamatan Gondanglegi sebulum Upacar dimulai para pesera upacara, Guru se Kecamatan Gondanglegi, Siswa Siswi, Camat Gondanglegi, Muspika di suguhi tampilan Terbang jidor dari siswa SD 3 Gondanglegi KuLon yang sungguh indah lantunan Sholawatanya.

Setalah sholawatan selesai dilanjtukan Upacara yang menjadi Irupnya Camat Gondanglegi Dra. Kamti Astuti  sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di smapaikan oleh Camat Gondanglegi yang berisi

SAMBUTAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL

2 MEI 2015

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Di hari yang membahagiakan ini, kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, kita panjatkan puji dan syukur atas izin, rahmat, dan karunia-Nya, kita semua berkesempatan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional ini.

Di Hari Pendidikan Nasional ini, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua pelaku pendidikan di manapun berada, yang telah mengambil peran aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa. Untuk para pendidik di semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter mulia, yang mampu meraih cita-cita dan menjadi pembelajar sepanjang hidup, terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua.

 

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang mulia,

 

Republik tercinta ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Sebuah negara yang berakar pada adat dan budaya bangsa nusantara, beralaskan semangat gotong royong, tetapi tetap mengedepankan dan menumbuhkembangkan prinsip kesejajaran dan kesatuan sebagai sebuah Negara modern.

Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika. Dunia terpesona pada Indonesia, tidak saja karena keindahan alamnya, atau keramahan penduduknya, atau keagungan budayanya, tetapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual.

Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan, dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa. Namun, kita semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan, ataupun segala macam hasil bumi, aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Jangan sesekali kita mengikuti jalan berpikir kaum kolonial di masa lalu. Fokus mereka, kaum colonial itu, adalah pada kekayaan alam saja dan tanpa peduli pada kualitas manusianya. Kaum kolonial memang datang untuk mengeruk dan menyedot isi bumi Nusantara, menguras hasil bumi Nusantara. Karena itu, mereka peduli dan tahu persis data kekayaan alam kita, tetapi mereka tidak pernah peduli dengan kualitas manusia di Nusantara.

Kini kita sudah 70 tahun merdeka. Kemerdekaan itu bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai kita hanya tahu tentang kekayaan alam, tetapi tidak tahu kualitas manusia di negeri kita. Kita harus berkonsentrasi pada peningkatan dan pengembangan kualitas manusia. Kita tidak boleh mengikuti jalan berpikir kaum kolonial yang terfokus hanya pada kekayaan alam, tetapi -sekali lagi saya tegaskan- melupakan soal kualitas manusia.

Mari kita jawab, tahukah kita berapa jumlah sekolah, jumlah guru, jumlah siswa, jumlah perguruan tinggi di daerah kita? Tahukah kita berapa banyak anak-anak di wilayah kita yang terpaksa putus sekolah? Tahukah kita tentang kondisi guru-guru di sekolah yang mengajar anak-anak kita? Tahukah kita tentang tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dan guru untuk memajukan sekolahnya?

Lebih jauh lagi, berjuta jumlahnya putra-putri Indonesia yang kini telah berhasil meraih kesejahteraan. Pada kita yang telah sejahtera itu, jelas terlihat bahwa pendidikan adalah hulunya. Karena pendidikanlah, maka terbuka peluang untuk hidup lebih baik. Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik. Pertanyaannya, sudahkah kita menengok sejenak pada dunia pendidikan yang telah mengantarkan kita sampai pada kesejahteraan yang lebih baik? Pernahkah kita mengunjungi sekolah kita dulu? Pernahkah kita menyapa, bertanya kabar dan kondisi, serta berucap terima kasih pada guru-guru yang mendidik kita dulu? Bagi kita yang kini berkiprah di luar dunia pendidikan, mari kita luangkan perhatian. Mari ikut terlibat memajukan pendidikan. Mari kita ikut iuran untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik dari yang berhasil diraih oleh generasi kita ini. Dan, iuran paling mudah adalah kehadiran. Datangi sekolah, datangi guru, datangi anak-anak pelajar, lalu terlibat untuk berbagi, untuk menginspirasi, dan terlibat untuk ikut memajukan dunia pendidikan kita.

 

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang berbahagia,

 

Wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas, memang. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara. Namun, secara moral, mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai sebuah gerakan bersama. Semua harus ikut peduli, bahu-membahu, saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan.

Oleh karena itu, Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini kita mengambil tema ‘Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’.

Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar “program” yang“ perasaan memiliki atas kegiatan” hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah “gerakan” justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan. Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu.

Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kpada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional kita.

Menumbuhkembangkan potensi anak didik seperti itu memerlukan karakteristik pendidik dan suasana pendidikan yang tepat. Di sinilah Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi amat relevan untuk mengingatkan kembali tentang karakteristik pendidik dan suasana pendidikan. Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hadjar Dewantara, yang pada tanggal      2 Mei merupakan hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia itu. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman merupakan tempat belajar yang menyenangkan. Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati, dan pada saat harus meninggalkan taman, maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita mejadi tempat belajar yang menyenangkan?

Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter, diantaranya adalah sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan; sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, dimana individu diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya; sekolah yang pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.

Dihari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila.

Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud apabila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Mulai hari ini, kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua.

Mari kita teruskan kerja keras, kerja bersama ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha kuasa, selalu membimbing kita agar dapat meraih dan melampaui cita-cita bangsa kita tercinta. Amin.

 

 

Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia!

 

 

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Jakarta, 2 Mei 2015

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

 

Cap & TTD

ANIES BASWEDAN

Diketik sesuai dengan aslinya,

Sekretaris Daerah

Kabupaten Malang

 

 

Dr. ABDUL MALIK, SE. M.Si

Pembina Utama Madya

NIP.19570830 198209 1 001

0 1582

IMG_2021 IMG_2022 IMG_2026 IMG_2027 IMG_2029 IMG_2030 IMG_2031 IMG_2032 IMG_2033 IMG_2035 IMG_2036 IMG_2037 IMG_2039 IMG_2042 IMG_2043 IMG_2044 IMG_2046 IMG_2048 IMG_2050 IMG_2052 IMG_2053 IMG_2060 IMG_2062 IMG_2064 IMG_2077 IMG_2078 IMG_2079 IMG_2081 IMG_2087 IMG_2088 IMG_2085 IMG_2084

Gondanglegi, Jumat 24 April 2015  telah dilaksanakan Verifikasi Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur di SMPN 1 Gondanglegi mulai pukul 13.00 s/d 18.30 WIB. Acara Verifikasi yang dilakukan oleh tingkat Provinsi ini di sambut antusias oleh para Guru dan semua siswa siswi SMPN 1 Gondanglegi ini dengan menampilkan bakat bakat yang dimiliki oleh siswa siswi tersebu diantaranya : Karawitan, Paduan suara, Yel Yel Pramuka dll. Para Tim penilai dari tingkat provinsi sangat kagum dengan penampilan dari bakat siswa siswi.

Dalam penilaian Adiwiyata tingkat provinsi Jawa timur ini tidak hanya dinilai dari sisi kebersihan lingkunganya saja melainkan mulai dari lingkungan sekolah, daur ulang sampah semua harus dinilai dengan teliti agar menjadi sekolah adiwiyata tingkat provinsi jawa timur ini.

Sekolah SMPN 1 Gondanglegi sudah kreatis dalam mendaur ulang sampah buat dijadikan kompos, membuat RTLH, membuat lubang buat biopori, membuat Jamu dari kunyit, beluntas, beras kencur, kunir asem, jahe, dan banyak lagi keunggulan dari SMPN 1 Gondanglegi ini.

Semoga Sukses Dalam Penilaiannya dan Menjadi Juara Buat SMPN 1 Gondanglegi…………………………

0 299

IMG_2015 IMG_2017 IMG_2014 IMG_2012 IMG_2011 IMG_2010 IMG_2009

Gondanglegi 22 April 2015 telah dilaksanakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan Kabupaten malang bertempat di Aula panti PKK Kecamatan Gondanglegi acara dimulai pukul 08.00 s/d 12.00.

Dalam pembinaan ini diikuti oleh para pemuda pemudi 14 Desa se Kecamatan Gondanglegi  yang tergabung dalang kepemudaan Kab. Malang,