Selayang Pandang

Selayang Pandang

KANTOR GDLMOTO GDL 2013

UPAYA MENGGALI POTENSI WISATA KABUPATEN MALANG DI WILAYAH KECAMATAN GONDANGLEGI DAN SEKITARNYA
a. Latar Belakang
Kecamatan Gondanglegi merupakan salah satu dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, mempunyai peranan yang strategis terutama sebagai salah satu wilayah penyangga percepatan pengembangan Ibu Kota Kabupaten Malang di Kepanjen karena berada pada perbatasan langsung di sebelah barat. Untuk itu diharapkan mampu mengikuti percepatan pembangunan Daerah terutama pada sektor yang berpotensi, sedangkan untuk menuju kesana diperlukan inovasi dan percepatan penanganan pembangunan di infrastruktur wilayah dan penataan kawasan yang terencana secara mendasar agar arah pengembangan wilayah tertata dengan baik, penataan tersebut meliputi bidang-bidang lingkungan hidup, pertanian/perkebunan, permukiman, industri dan pariwisata, serta desa binaan.
Tata ruang wilayah Kecamatan Gondanglegi saat ini masih menggunakan tata ruang peninggalan jaman Belanda, karena dulunya wilayah ini merupakan areal perkebunan maka penataan infrastruktur yang pada saat ini juga masih peningggalan jaman Belanda berupa jalan perkebunan, hanya karena perkembangannya terjadi perubahan sebagian besar fungsi perkebunan menjadi desa maka banyak permukiman dibangun di tepian jalan ex perkebunan tersebut, karena kondisi lahan yang datar sehingga penataan jalan-jalan yang ada demikian teratur dan cukup rapi, kesan peninggalan jaman Belanda dapat dilihat masih adanya Rel Kereta Api (Lory) di areal perkebunan Tebu dan masih difungsikannya Kereta Api Lory pada jalur2 tertentu pada saat musim tebang tebu sebagai angkutan untuk di bawa ke Pabrik Gula Krebet Baru yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, apabila ini dilestarikan merupakan satu peninggalan sejarah yang masih tersisa agar generasi saat ini dan yang akan datang warga Kabupaten Malang dapat melihat keberadaan alat transportasi di masa lalu.
b. Gambaran Umum Wilayah
Berdasarkan letak geografis Wilayah Kecamatan Gondanglegi berada pada daerah Malang bagian selatan, dengan keadaan permukaan tanah datar mencapai 100 % dari seluruh luas wilayah Kecamatan Gondanglegi, termasuk Satuan wilayah Pengembangan (SWP) Kepenjen dan dengan Luas keseluruhan wilayah kecamatan adalah 6.584,44 Ha, meliputi 14 desa terdiri atas 31 dusun, 59 RW, 385 RT dengan perincian sebagai berikut ;
Tabel 1
Nama Desa/Kelurahan Lahan Sawah Lahan Kering Total Lahan
1. Gondanglegikulon 440 126 566
2. Gondanglegiwetan 32 383 415
3. putatkidul 158,5 154,5 313
4. Sepanjang 255 745 1000
5. Putatlor 288,7 154,6 443,3
6. Ketawang 133 280 413
7. Urek-urek 200 279 479
8. Putukrejo 361 67 428
9. Ganjaran 400 413,1 813,1
10. Bulupitu 180 153,3 333,3
11. Sumberjaya 126 98 224
12. Sukorejo 127 100 227
13. Panggungrejo 109 94 203
14. Sukosari 187,4 58 245,4

Batas wilayah Kecamatan Gondanglegi adalah :
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Pagelaran
 Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kepanjen
 Sebelah Utara Berbatasan dengan Kecamatan Bululawang
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Turen
Jumlah penduduk Kecamatan Gondanglegi hasil sensus penduduk tahun 2010 sebanyak 81.301 jiwa yang terdiri dari :
o Penduduk Laki-laki sebanyak 48,545 jiwa
o Penduduk Perempuan sebanyak 42,765 jiwa
Jumlah penduduk dirinci menurut agama adalah sebagai berikut :

 Islam : 78.555 jiwa
 Katolik : 80 jiwa
 Protestan : 92 jiwa
 Hindu : – jiwa
 Budha : 2 jiwa
Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan sebagai berikut :
Tabel 2
NO LULUSAN JUMLAH ( orang )
1. Tidak Tamat SD 34.954
2. SD / MI 19470
3. SLTP / M.Ts 10435
4. SMA / MA 6734
5. Tamat Perguruan Tinggi 743

Mata pencaharian masyarakat di dominasi pada sektor pertanian/perkebunan terutama padi dan tebu. Adapun komposisinya dengan sektor lain, secara terinci sebagai berikut

Tabel 3
NAMA DESA JUMLAH PERSENTASE
1. Buruh Tani 14.290 0.35
2. TKI 1.829 0,045
3. Petani Pemilik / Penggarap 4.342 5,54
4. Petani Peternak 864 1,10
5. Pedagang 4.748 6,06
6. Jasa 3.331 4,25
7. Petani Perkebunan – –
8. Pegawai Negri Sipil 541 0,69
9. Industri Kecil 1.567 2,00
10. Pensiunan 180 0,22
11. TNI / Polri 49 0,06
12. Buruh bangunan 1.080 1,37
Jumlah 40987 100 %

Dalam melaksanakan aktifitas perekonomian di Kecamatan Gondanglegi didukung sarana infrastruktur sebagai berikut :
1. Pasar Kabupaten = 1 Buah
2. Pasar Hewan = 1 Buah
3. Toko/Kios = 342 Buah
4. Warung = 123 Buah
5. KUD = 1 Buah
6. Koperasi Non KUD = 5 Buah
7. Bank Umum = 4 Buah
8. Lembaga Keuangan Mikro Informal = 3 Buah
9. Industri Kecil = 15 Buah

a. Potensi Pariwisata
Potensi pariwisata yang ada di wilayah Kecamatan Gondanglegi dan sekitarnya antara lain sebagai berikut :
1. Sumber Sirah dengan luas lahan lebih kurang 0,5 Ha. terletak di perbatasan Desa Putukrejo dan Desa Sumberjaya
2. Telaga Bureng di desa Bulupitu dengan luas areal perairan lebih kurang 5 ha
3. Sumber Sepanjang di desa Sepanjang dengan luas lahan lebih kurang 1 Ha
4. Wisata Perkebunan dan pabrik gula dengan fasilitas Rel dan Kereta Api (Lory) peninggalan jaman Belanda

b. Program Pengembangan Pariwisata Yang diusulkan
Sebagai gambaran umum usulan rencana pengembangan Pariwisata di wilayah Kecamatan Gondanglegi dan sekitarnya ini diarahkan sebagai Wisata Keluarga, wisata budaya, wisata Religi dan wisata pendidikan serta Desa binaan pariwisata. Dari 4(empat) potensi wisata yang ada semuanya belum dikelola dengan baik sehingga belum menghasilkan pendapatan, kedepan apabila dikelola dengan managemen pariwisata modern diharapkan menjadi sumber pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malang, karena apabila di Batu ada Batu Night Spektaculer (BNS) dengan fasilitas sepeda udara di atas rel dan aneka permainan lainnya, Museum Satwa dengan patung Satwanya, Jatim Park dengan berbagai permainan, di Kota Malang ada berbagai Mal dan tempat perbelanjaan, maka dikawasan kanan kiri lintasan Kereta Api Lory potensi wisata nomor 4 (Wisata Perkebunan dan pabrik gula dengan fasilitas Kereta Api Lory peninggalan jaman Belanda) di Gondanglegi tersebut juga sangat memungkinkan untuk dikembangkan fasilitas layanan bagi masyarakat sebagaimana di Daerah laiin, hal ini karena Kecamatan Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang diharapkan akan berkembang sangat pesat sebagai Kota tujuan karena sebagai pusat Pemerintahan, sehingga daerah penyangga disekitarnya secara otomatis akan terimbas dan mengalami percepatan perkembangannya
– Tujuan
Tujuan pengembangan obyek wisata di wilayah Kecamatan Gondanglegi dan sekitarnya ini antara lain adalah :
• Memberikan alternatif obyek wisata di sekitar ibu kota Kabupaten Malang selain yang sudah ada seperti pemandian Metro dan Stadion Kanjuruan,Wisata Ritual Gunung Kawi, Wisata air di Karangkates serta Waduk Lahor
• Sebagai wisata keluarga, wisata budaya, wisata Religi dan wisata pendidikan dengan memanfaatkan dan melestarikan asset peninggalan jaman Belanda berupa Kereta Api (Lory)
• Pengembangan Desa Binaan Pariwisata secara terpadu dan kerja sama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pemerintah Desa yang di lewati rute wisata
• Menambah Pendapataan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang dan Pemerintah desa
• Meningkatkan pendapatan masyarakat yang dilalui rute wisata dan membuka cakrawala berfikir masyarakat untuk kreatif
Dari ke 4 (empat) potensi Pariwisata tersebut kedepan dapat dilengkapi dengan sarana rekreasi sebagai berikut :
1. Sumber Sirah
a. Pembangunan jalan setapak mengitari areal sumber
b. Taman bermain anak dan rekreasi keluarga
c. Tempat penjualan souvenir dan produk unggulan
d. Tempat parkir dengan pembebasan lahan

2. Telaga Bureng
a. Pengadaan Sarana wisata air berupa sepeda air dan perahu dayung
b. Sarana pemancingan
c. Taman bermain
d. Lahan parkir
e. Penanaman penghijauan pelindung dan tanaman hias di taman rekreasi
f. Tempat penjualan souvenir dan produk unggulan setempat.

3. Sumber Sepanjang
a. Pemandian
b. Bendungan
c. Sepeda air dan perahu dayung
d. Tempat parkir dan tempat penjualan souvenir dan produk unggulan
e. Taman bermain

4. Wisata Perkebunan dan pabrik gula dengan fasilitas Kereta Api(lory)
Obyek Wisata ini memang mungkin beda dari yang lain karena di tempat yang lain belum ada, yang sudah ada adalah Wisata Kereta Api antara Secang sampai Ambarawa di Jawa Tengan dengan Museum Kereta Apinya serta di Banyuwangi dengan andalan terowongan di bawah gunung dan hutan Kumitir.
Untuk mengembangkan wisata perkebunan dan pabrik gula sebagai paket wisata alternatif wisata keluarga, wisata budaya dan wisata Religi bagi warga Kabupaten Malang khususnya warga Kota Kepanjen dan sekitarnya dan wisatawan domestik sekitar Malang Raya, maupun dari Daerah lain, perlu adanya kerja sama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Kabupaten Malang dengan pihak Pabrik Gula Krebet Baru, Kecamatan dan Pemerintah Desa, hal ini sangat dimungkinkan karena fasilitas sarana dan prasaranya masih lengkap dimiliki terutama PG Krebet baru, berbeda dengan PG Kebonagung yang lahan jalan Lory nya sudah dimanfaat oleh masyarakat dengan pembangunan kios.
Kereta Api/Lory yang ada saat ini hanya berupa Lokomotif dengan rangkaian bingkai gerbong sebagai alat pengangkut tebu untuk dibawa ke Pabrik Gula yang tidak memungkinkan untuk dipakai sebagai angkutan penumpang, untuk itu gerbong yang ada harus dimodifikasi bentuknya menjadi gerbong untuk angkutan penumpang.
Untuk mempersiapkan paket wisata ini hal-hal yang perlu dilaksanakan antara lain adalah sebagai berikut :

A. Persiapan ;
1. Membentuk Tim terpadu dengan unsur2 yang terkait antara lain :
a. Badan Perencana Pembangunan Daerah(BAPPEDA) sebagai unsur pembuat kebjiakan perencanaan Kabupaten
Malang
b. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai koordinator dan penyusun program
c. Dinas Pertanian dan Perkebunan serbagai Pembina kawasan perkebunan dan pabrik gula
d. Dinas Perhubungan dan Informatika sebagai Pembina teknis dan penyiapan jalur komunikasi dan arus perjalanan
Lory
e. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang sebagai Pembina dan penyedia sarana prasarana umum, tempat perbelanjaan,
penataan ruang dan lingkungan sepanjang rute wisata
f. Dinas Bina Marga sebagai Pembina dan penyiapan jalaur rel dan penunjangnya
g. Dinas Pendidikan sebagai Pembina pendidikan di sekolah-sekolan sebagai konsumen /wisatawan
h. Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai Pembina para pedagang dan kemungkinan berkembangnya sentra-
sentra perdagangan dan industry/kerajinan di sepanjang jalur wisata
i. Dinas Koperasi dan UMKM sebagai Pembina UMKM bagi masyarakat sepanjang rute wisata
j. Badan Lingkungan Hidup ebagai Pembina kelestrarian lingkungan hidup dengan tanaman pelindung dan tanaman
hias sepanjang rute
k. Badan Pemberdayaan Masyarakat mempersiapkan masyarakat dan Desa Binaan di sepanjang rute
l. PT Pabrik Gula Krebet Baru sebagai pemilik sarana Kereta Api dan Rel diharapkan bisa kerja sama, akomodatif
dan proaktif dalam menyiapkan segala kebutuhan perbaikan Lokomotif dan modifikasi gerbong serta penyediaan
rel sebagai sarana utama

2. Mengadakan survey lapangan untuk jalur yang akan dijadikan rute wisata baik di wilayah kerja PG Krebet Baru
maupun PG Kebonagung
3. Perbaikan Rel Kereta Api dan fasilitas penunjangnya
4. Modifikasi bentuk gerbong Lory dibuat eksotis, antik indah dengan variasi yang nyaman dan memungkinkan
untuk menarik wisatawan
5. Perbaikan Lokomatif, mengingat usia yang sudah tua bekerja sama dengan SMK 1 Singosari jurusan Otomotif
sebagai pembuat Suku Cadang yang sudah tidak dikeluarkan oleh pabrik dan tidak ada lagi di pasaran
6. Mempersiapkan Desa wisata di 3 (tiga) wilayah Bululawang – Gondanglegi dan Pagelaran dengan berbagai produk
unggulan berupa souvenir, makanan khas, kerajinan serta seni budaya
7. Pembenahan lingkungan sepanjang rute yang dilalui dengan tanaman pelindung dan tanaman hias yang membuat
suasana menyenangkan serta fasilitas perbelanjaan
8. Mempersiapkan jaringan dengan obyek wisata yang lain di sekitar Ibukota Kabupaten

B. Rute dan Sasaran antara obyek wisata yang dapat dikunjungi
1. Rute yang dilalui adalah mulai dari Bululalang – Gondanglegi – sampai Pagelaran sepanjang lebih kurang 10 Km.
2. Setiap Desa dilalui Kereta berhenti, wisatawan bisa diajak singgah untuk berbelanja produk unggulan setempat,
souvenir, melihat pentas Seni tradisionil sebagai wisata budaya yang ada atau singgah di pondok
pesantren/masjid yang banyak tersebar di tiga wilayah tersebut sebagai Wisata Religi
3. Melihat proses pembuatan gula mulai bahan baku tebu digiling untuk proses menjadi gula, pemanfaatan limbah
gula untuk produksi yang lain termasuk bahan baku pembuatan pupuk kompos
4. Singgah di obyek wisata lain sebagai alternatif

C. Sasaran Wisatawan yang diharapkan
Wisata Perkebunan dan Pabrik gula ini selain untuk wisata keluarga, wisata budaya diharapkan juga sebagai wisata pendidikan, untuk itu diharapkan wisatawannya adalah :
• Siswa-siswi sekolah mulai Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah
Menengah Atas yang diharapkan sebagai paket yang wajib diikuti untuk sekolah-sekolah di Wilayah Kabupaten
Malang sebagai promosi
• Siswa-siswi Sekolah lain di luar Kabupaten Malang
• Masyarakat umum yang ada di sekitar ibu kota Kabupaten Malang khususnya dan masyarakat umu di Malang Raya
• Wisatawan domestik lain dari dalam Provinsi maupun luar Prvinsi Jawa Timur

D. Sumber Pembiayaan
– Karena untuk mempersiapkan paket wisata meliputi berbagai bidang , diharapkan pembiayaan dialokasikan dari
Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang melalui :
• Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Kabupaten Malang yang masuk dalam Tim terutama Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata;
• SKPD Kecamatan Lokasi obyek wisata
• Desa binaan Pasriwisata.
– Karena yang memiliki modal utama yang berupa jalur rel dan Kereta Api/Lory ini adalah PG Krebet Baru maka
kerja sama dengan pihak Pabrik Gula wajib dilakukan

e. Penutup
Demikian Usulan Upaya Menggali Potensi Wisata Kabupaten Malang di Wilayah Kecamatan Gondanglegi dan sekitarnya, yang tentunya perlu pemikiran dan kajian lebih lanjut dari Lembaga Perencanaan Pembangunan yang dalam hal ini adalah Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Malang (BAPPEDA) agar menjadi agenda perencanan pembangunan Kabupaten pada tahun yang akan datang, karena usulan ini merupakan penjabaran visi dan misi Bupati terpilih yang dituangkan kedalam tema pembangunan Tahun 2011 yaitu Menuju Kabupaten Malang Lumbung Pangan yang Maju, Aman dan Sejahtera dengan prioritas kedua yaitu Melanjutkan pembangunan prasarana dan Sarana transportasi, pengairan dan permukiman untuk mendukung percepatan pengembangan investasi, Pariwisata dan pengembangan potensi ekonomi pada umumnya, sehingga wilayah Kecamatan Gondanglegi dan sekitarnya sebagai penyangga ibu kota Kabupaten Malang kemajuannya seimbang dengan Kecamatan Kepanjen

CAMAT GONDANGLEGI